
Palembang, 14 September 2025 – Anggota MPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Drs. H. Mohd. Iqbal Romzi, melaksanakan kegiatan Sosialisasi MPR RI bersama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Palembang. Acara ini digelar di Balai Diklat Balaputra Dewa Kota Palembang dan bertujuan memperkuat pemahaman generasi muda mengenai nilai-nilai kebangsaan serta kehidupan bernegara.
Kegiatan sosialisasi MPR RI merupakan agenda rutin yang digelar untuk menanamkan pemahaman kepada masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya menjaga persatuan, mengamalkan nilai-nilai luhur bangsa, serta memperkuat jati diri kebangsaan di tengah arus globalisasi.
Dalam pemaparannya, Iqbal Romzi menegaskan bahwa mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.
“Mahasiswa bukan hanya agen perubahan, tetapi juga penjaga nilai kebangsaan. Jika nilai-nilai ini tertanam dengan kuat, maka bangsa kita akan semakin kokoh menghadapi tantangan zaman,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar mahasiswa tidak terjebak dalam sikap individualistis, apatis, maupun terpecah karena perbedaan.
“Indonesia berdiri di atas keberagaman. Dengan semangat persatuan, kita harus belajar hidup bersama dalam perbedaan. Mahasiswa harus hadir sebagai perekat, bukan justru memperuncing perbedaan,” tambahnya.
Acara berlangsung interaktif. Para mahasiswa aktif berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan terkait isu-isu kebangsaan, mulai dari demokrasi, intoleransi, hingga peran generasi muda di era digital. Iqbal Romzi menekankan pentingnya literasi digital serta sikap kritis dalam menghadapi derasnya arus informasi.
“Hoaks, ujaran kebencian, dan polarisasi politik seringkali melemahkan persatuan. Mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam melawan hal tersebut dengan cara cerdas, santun, dan berlandaskan nilai kebangsaan,” jelasnya.
Para peserta menyambut positif kegiatan sosialisasi ini. Mereka mengaku mendapatkan pemahaman baru mengenai makna nilai kebangsaan serta bagaimana mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Menutup kegiatan, Iqbal Romzi berpesan agar mahasiswa tidak berhenti pada pemahaman semata, melainkan menjadikan nilai-nilai kebangsaan sebagai pedoman hidup.
“Kita berharap mahasiswa menjadi generasi berkarakter, berakhlak mulia, dan berintegritas. Jika itu terwujud, maka cita-cita Indonesia Emas 2045 bukan sekadar wacana, tetapi bisa benar-benar menjadi kenyataan,” pungkasnya.
Melalui sosialisasi ini, MPR RI berharap mahasiswa semakin sadar akan perannya sebagai garda depan dalam menjaga persatuan bangsa dan menguatkan pondasi kebangsaan di era modern.